Kendari, Lintas21.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra), Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, mewakili Pj. Gubernur Sultra, memberikan sambutan pada acara pelepasan ekspor perdana kelapa bulat asal Sulawesi Tenggara di PT. Pelindo (Kendari New Port. Acara ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perdagangan internasional dengan negara tujuan ekspor langsung ke China.
Dalam sambutannya, Asrun Lio menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan ekspor ini, termasuk Badan Karantina RI dan jajaran terkait. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ekspor perdana ini bukan hanya mencerminkan kualitas kelapa bulat Sulawesi Tenggara yang memenuhi standar internasional, tetapi juga semangat "Merdeka Ekspor" yang menggelora di wilayah ini.
"Dengan dedikasi dan ketelitian semua pihak, 646 ton kelapa bulat siap berlayar ke Negeri Tiongkok. Ini adalah bukti bahwa kita mampu berdiri di atas kaki sendiri, menghasilkan produk berkualitas tinggi yang diakui dunia," ujar Asrun Lio.
Lebih lanjut, Sekretaris Daerah juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mendukung pengembangan ekspor komoditas unggulan daerah. Pemerintah akan terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif, memberikan akses pasar yang lebih luas, serta meningkatkan kapasitas produksi para petani dan pelaku usaha.

Pada kesempatan tersebut, Asrun Lio juga menggarisbawahi peran strategis Badan Karantina Pertanian dalam menjamin keamanan dan kualitas produk ekspor Sulawesi Tenggara, sehingga produk-produk ini dapat diterima dengan baik di seluruh dunia.
Acara pelepasan ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk perwakilan dari Forkopimda Sultra, Waka Polda Sultra, Danrem 143/HO, Kajati Sultra, dan instansi terkait lainnya. Hadir pula perwakilan dari pemerintah kota, kepala KSOP Kendari, GM Pelindo, dan berbagai pihak lainnya yang berperan dalam keberhasilan ekspor ini.
Dengan doa dan harapan, Sekretaris Daerah menutup sambutannya dengan optimisme bahwa ekspor kelapa bulat ini akan berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi kemajuan ekonomi Sulawesi Tenggara di masa mendatang.
Dalam program ke depan, diharapkan adanya pertemuan dengan seluruh kepala daerah di Sulawesi Tenggara untuk membahas peran karantina dan upaya peningkatan volume ekspor dari daerah.
Sementara, Kepala Barantin Sahat M. Panggabean mentarakan ekspor perdana kelapa bulat langsung dari Kendari ke Tiongkok sebanyak 646 ton, senilai 2,52 miliar rupiah merupakan salah satu bentuk implementasi tugas Barantin, selaku 'economic tools' yang memfasilitasi akses pasar komoditas unggulan Indonesia dalam perdagangan internasional.

" Dengan ekspor ini harapannya dapat berdampak positif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan devisa negara," kata Kepala Barantin Sahat M. Panggabean kepada wartawan di Kendari New Port, Senin (19/8).
Sahat juga menyampaikan salah satu fokus utama Barantin, yaitu menerapkan sistem ketertelusuran pada produk ekspor. Melalui ini, produksi komoditas dapat ditercatat sejak hulu hingga hilir, sehingga adanya penerapan sistem ketertelusuran dalam dokumen ekspor dapat membantu petani di daerah masuk ke pasar Internasional.
"Ketertelusuran komoditas pertanian ekspor harus dipastikan guna memberi jaminan terhadap kesehatan hewan, ikan dan tumbuhan serta keamanan dan mutu pangan serta pakan di negara tujuan," jelas Kabarantin.
"Ekspor perdana ini diharapkan semua potensi ekspor terus berkembang, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani, pelaku usaha, dan masyakarat, khususnya di Sulawesi Tenggara ini. Kami (Barantin) mengawal di hulu, memastikan kesehatan komoditas memenuhi persyaratan negara tujuan," tambah Sahat. Adv