Kendari, Lintas21.com - Komisi II DPRD Kendari melakukan kunjungan ke Kantor PT. Pertamina Integrated Terminal Kendari dalam rangka silaturahmi dan berkoordinasi tentang kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Kendari.
Kunjungan Komisi II DPRD Kendari yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kendari, Jabar Aljufri mengatakan, sebagai mitra dari Komisi II DPRD Kendari pihaknya melakukan kunjungan ke PT Pertamina tidak lain untuk silaturahmi dan berkoordinasi.
“Jadi untuk diketahui, saat di Kantor PT. Pertamina Integrated Terminal Kendari tadi kita berjumpa dengan pendistribusian buka sales area,” katanya saat ditemui di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Rabu (16/10/2024).
Adapun untuk pendistribusian BBM untuk di Kendari tidak ada masalah, semua permintaan SPBU yang ada di Kendari terpenuhi sesuai dengan permintaan.

Tidak hanya itu, Jabar juga menanggapi terkait dibatasinya penjualan bensin eceran di Kendari. Dia berharap tidak ada lagi bensin eceran agar subsidi BBM itu tepat sasaran.
“Kita pun sepakat jika Pertamina itu menerapkan sistem barcode agar orang-orang yang perekonomiannya menengah keatas tidak membeli BBM yang bersubsidi. Sehingga BBM Subsidi diberikan kepada orang yang tepat,” jelas dia.
Dia menambahkan, sebagaimana visi Komisi II DPRD Kendari yakni ingin memajukan Kota Kendari, untuk itu pihaknya rutin melakukan kunjungan ke mitra kerja seperti yang dilakukan saat ini yakni berkunjung ke PT Pertamina.
“Berharap dengan kunjungan seperti ini bisa memberi dampak positif khususnya demi kemajuan Kota Kendari dalam hal ini perekonomian kita tumbuh pesat, SPBU di Kendari tidak ada lagi yang mengantri dan tidak ada lagi pendistribusian yang gagal,” harap dia.

Selain PT Pertamina Komisi II DPRD Kendari juga melakukan kunjungan ke Kantor Perwakilan BI Sultra untuk silaturahmi dan berkoordinasi tentang perkembangan ekonomi di Kota Kendari, ini penting mengingat BI Sultra merupakan mitra kerja dari Komisi II DPRD Kendari.
“Dalam pertemuan ini kita membahas sektor-sektor yang masih dianggap kurang dan sektor yang targetnya bisa melebihi target yang ditargetkan sekarang. Semuanya dibahas dalam pertemuan ini,” tuturnya.
Dari diskusi yang dilakukan bersama, diketahui ada beberapa sektor pendapatan daerah yang dapat dimaksimalkan. Tindak lanjutnya akan dirapatkan dengan OPD teknis untuk dilakukan sebagaimana disampaikan Kepala Kantor BI Sultra, Doni Septadijaya agar PAD Kota Kendari dapat maksimal.
“Terlebih di sektor-sektor yang banyak terjadi kebocoran, ini yang mesti dirapatkan bersama Pemkot Kendari,” pungkasnya. Adv